Jumat, 04 Juli 2014

kabar untuk gang dolly

7 PSK Dolly Terjangkit HIV-AIDS

  • Peristiwa
  • 1
  • 21 Jun 2014 17:57
(Liputan6 TV)
Liputan6.com, Surabaya - Pasca-deklarasi penutupan lokalisasi Dolly oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, kawasan tersebut tetap beroperasi seperti biasa. Sementara itu, 7 orang pekerja seks komersial (PSK) dinyatakan positif terjangkit HIV-AIDS.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Sabtu (21/6/2014), pengelola mengakui pasca-deklarasi, 'lelaki hidung belang' pun lebih sedikit yang mendatangi kawasan ini. Rencananya di bulan Ramadan mendatang pengelola akan meliburkan kegiatan.

Sementara itu, pemberian dana kompensasi bagi para PSK lokalisasi Dolly dan Jarak terus dilakukan. Satu per satu PSK mendatangi Markas Koramil Sawahan Surabaya, Jawa Timur, untuk mengambil dana kompensasi penutupan lokalisasi sebesar Rp 5 juta per orang.
Dari data sementara, tercatat 87 PSK yang sudah mengambil dana kompensasi dan melakukan pemeriksaan darah. Selanjutnya PSK tersebut akan dimonitor sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing. (Ans)
(Muhamad Nuramdani )
- See more at: http://news.liputan6.com/read/2066755/7-psk-dolly-terjangkit-hiv-aids#sthash.XNxydTIa.dpuf

gang dolly tutup, giliran semampir kediri akan tutup

Usai Gang Dolly, Giliran Lokalisasi Semampir Kediri Akan Ditutup

  • Peristiwa
  • 0
  • 27 Jun 2014 06:44
Rencananya walikota Kediri akan menutup lokalisasi Semampir, Abdullah Abu bakar walikota Kediri mendatangi langsung warga penghuni lokalisasi untuk berdialog langsung.
Liputan6.com, Kediri - Setelah Walikota Surabaya, Jawa Timur Tri Rismaharini menutup lokalisasi Gang Dolly dan Jarak, kini giliran Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar akan menutup lokalisasi Semampir. Untuk menyosialisasikan rencana tersebut, Pemkot Kediri langsung mendatangi warga lokalisasi terbesar ketiga di Jawa Timur itu.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Jumat (27/6/2014), pihak pemkot yang di pimpin langsung oleh Walikota Abdullah Abu Bakar mendatangi warga untuk berdialog langsung mencari solusi penanganan bagi para penghuni lokasisasi.

Dalam dialog tersebut, warga meminta alih fungsi lokalisasi Semampir menjadi tempat usaha lain. Warga juga meminta walikota bisa segera mensertifikatkan tanah yang selama ini menjadi tempat prostitusi terbesar di Kota Kediri.

Namun Walikota Kediri hanya bisa berjanji memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan kepada penghuni lokalisasi. Agar nantinya mereka bisa bersaing dan membuka usaha dengan kemampuan yang mereka miliki.

Sebenarnya lokalisasi Semampir sudah pernah ditutup pada tahun 1998 silam oleh Pemkot Kediri yang saat itu dipimpin Walikota Maschut. Namun hingga kini tetap saja beroperasi. Sejumlah rumah di lokalisasi juga dijadikan tempat karaoke. (Ali)
(Nafiysul Qodar )
- See more at: http://news.liputan6.com/read/2069478/usai-gang-dolly-giliran-lokalisasi-semampir-kediri-akan-ditutup#sthash.GcrILddP.dpuf

berita untuk gang dolly

Jelang Puasa, Eks Dolly Ditertibkan Ratusan Petugas Gabungan

  • Peristiwa
  • 1
  • 28 Jun 2014 03:00
(Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Liputan6.com, Surabaya - Jelang bulan Ramadan, personel gabungan menertibkan kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur. Hal ini menyusul instruksi Walikota Surabaya Tri Rismaharini beberapa waktu lalu yang menyebutkan akan menertibkan spanduk berbau prostitusi atau provokatif di daerah eks lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Kasatpol PP Kota Surabaya Irfan Widyanto mengatakan pihaknya menerjunkan 327 personel gabungan bergerak menuju Wisma New Barbara untuk menutup wisma yang terkenal di lokalisasi itu. Penutupan itu dilakukan dengan menempelkan stiker bergambar tanda silang dengan tera "Dilarang membuka/merusak/membuat/membuang tanda ini tanpa seijin Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya".

Tak hanya itu, Irfan pun mengecat dinding depan wisma tersebut dengan tulisan "Tempat ini bukan tempat prostitusi lagi ttd Pemkot Surabaya".
Usai menutup Wisma New Barbara, pihaknya bergerak menuju jalan Putat Jaya. Namun, tidak lama kemudian pasukan gabungan kembali berputar arah menuju gang Dolly untuk menurunkan sejumlah spanduk yang dinilai berbunyi provokatif.  Salah satu berbunyi "Dolly Ditutup, Risma Bisa Berlumuran Dosa. Dolly ditutup…? Kenapa Hotel Short Time, Panti Pijat esek-esek Dibiarkan…?"

"Pak ngapain? Jangan diturunkan. Ini bentuk perlawanan kami terhadap Pemkot Surabaya," pinta Humas Front Pekerja Lokalisasi (FPL) Nurhadi kepada Irfan saat petugas Satpol PP Kota Surabaya menurunkan spanduk tersebut yang terletak di muka gang Dolly, Jumat (27/6/2014).

Spanduk lainnya tak luput dari penertiban Satpol PP yang letaknya hingga ujung gang. Di tengah-tengah penertiban, beberapa kali Nurhadi dan anggota FPL lainnya berupaya menghentikan penertiban spanduk. Namun, Irfan bergeming sambil berkata "Nggak, ini hanya nyopot yang ada tulisannya Bu Risma saja"
"Ini silakan diambil," imbuh Irfan sambil menyerahkan spanduk yang baru saja dicopotnya kepada seorang pekerja lokalisasi.

Usai itu, Satpol PP juga mencopot semua spanduk dan banner yang terpasang. Aksi ini sontak membuat pekerja lokalisasi dan massa marah. Bahkan, salah satu anggota FPL mendorong petugas yang sedang melakukan pencopotan. Petugas pun balas mendorong sehingga terjadi aksi saling dorong antara mereka. Kericuhan itu mereda dan petugas gabungan tetap melakukan tugasnya.

Meski begitu, Irfan membantah adanya kericuhan saat pencopotan spanduk. "Tidak ada perlawanan. Semuanya baik-baik saja kok," ucap dia.

Sweeping dan penertiban eks lokalisasi Dolly tersebut, lanjut Irfan, untuk memastikan bahwa benar-benar tidak ada kegiatan prostitusi. Sekaligus perbaikan CCTV yang dirusak oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.

"Menjelang bulan suci Ramadan, perlunya cooling down baik pihak kami dan mereka. Karena itu, spanduk dengan kalimat–kalimat yang provokatif diturunkan," tambahnya.

Saat ditanya tentang sejumlah wisma di kawasan Kedungdoro dan Darmo Park yang diduga pemiliknya adalah Saka, kata Irfan, pihaknya belum mengetahui hal tersebut. Namun, pihaknya tidak akan pandang bulu, jika memang diketahui benar seperti adanya. "Kalau ada seperti itu akan ditindak dan tidak ada perbedaan," tandas Irfan..

Pantauan Liputan6.com, pasukan gabungan yang terdiri dari TNI/Polri maupun Satpol PP dalam melakukan aksi sweeping ini membawa tameng dan tongkat, serta seragam anti huru hara. Selain itu, dua anjing pelacak dari K9 ikut mengiringi jalannya penertiban lokalisasi Dolly tersebut.

Mereka mendatangi eks lokalisasi Dolly dan Jarak menggunakan mobil patroli, truk, dan juga mobil water canon.

Menurut Waka Polrestabes Surabaya AKBP Marsudianto mengatakan, penertiban dan sweeping yang dilakukan pasukan gabungan tersebut dalam rangka untuk memberikan kenyamanan kepada warga di sekitar eks lokalisasi Dolly dan Jarak. Ia beharap warga tidak perlu khawatir dengan penertiban tersebut.

"Ini menindaklanjuti Deklarasi di Islamic Center Rabu 18 Juni 2014. Saya kira warga tidak perlu khawatir dengan kehadiran kami karena kegiatan dilakukan secara persuasif dan humanis. Semuanya dalam rangka untuk memberikan kenyamanan warga disini," tuturnya Marsudianto.
(Muhammad Ali )
- See more at: http://news.liputan6.com/read/2069946/jelang-puasa-eks-dolly-ditertibkan-ratusan-petugas-gabungan#sthash.yDDtHBEs.dpuf